“Peran Amil Zakat Dan Para Da’i Sangat Diperlukan Untuk Membangun Pemahaman Umat tentang nilai-nilai zakat”

Gun Gun Gunawan : “Peran amil zakat dan para da’i sangat diperlukan untuk membangun pemahaman umat tentang nilai-nilai zakat”.
Sosialisasi dan edukasi zakat, di samping merupakan tugas pemerintah, juga tugas lembaga zakat secara bersama-sama. Semakin banyak dana zakat yang berhasil dihimpun, semakin banyak potensi sumber daya umat yang bisa digunakan untuk kepentingan sosial dan mewujudkan kemaslahatan umat.
 
Sejak lahirnya Undang-Undang Pengelolaan Zakat, syiar zakat di tanah air semakin berkembang. Kesadaran umat untuk berzakat semakin bertambah. Berzakat melalui amil merupakan pola yang dibangun oleh Rasulullah SAW dan diteruskan oleh para khalifah atau kepala pemerintahan Islam di masa lalu. Memberikan zakat langsung kepada fakir miskin secara syariah tidak disalahkan, tetapi belum memenuhi semangat dan tujuan zakat itu sendiri sebagai gerakan kesejahteraan dan gerakan pembangunan moral umat Islam dalam mencari rezeki.
 
Lembaga zakat berfungsi untuk menghubungkan muzaki dan mustahik melalui pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat secara amanah, profesional, transparan dan terintegrasi.
 
Penguatan gerakan zakat di seluruh wilayah dengan program yang beragam, diharapkan tidak sekedar mengangkat nama dan citra lembaga semata. Akan tetapi substansi yang lebih penting dan mendasar untuk diupayakan ialah bagaimana mengangkat peran zakat sebagai gerakan peningkatan kesejahteraan dan gerakan pembangunan moral. Moral bangsa yang hancur akibat merajalelanya korupsi hingga menerobos lembaga-lembaga negara yang sangat kita hormati seharusnya menyadarkan kita semua bahwa kesucian harta itu sangat penting. Nilai-nilai zakat mengajarkan kesucian harta dan jiwa pada setiap muslim. Zakat tentu saja bukan pembersih harta yang haram. Sabda Rasulullah SAW menegaskan, “Daging (jasmani manusia ) yang tumbuh dari makanan yang haram, api neraka yang lebih berhak membakarnya.”
 
Dalam gerakan zakat, amil memainkan peran yang menentukan dalam membangun pemahaman dan pengetahuan masyarakat yang sebagian besar masih menganggap zakat adalah urusan individu antara manusia dengan Tuhan atau hanya urusan muzaki sebagai pembayar zakat dengan mustahik sebagai penerima. Zakat sejatinya harus menjadi gerakan yang didukung oleh segenap elemen umat Islam.
 
Peran amil zakat dan para da’i sangat diperlukan untuk membangun pemahaman umat tentang nilai-nilai zakat, di antaranya sebagai bentuk konkrit rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki yang dilimpahkan-Nya kepada umat manusia (QS Ibrahim [14] : 7), membersihkan hati dan pikiran dari sifat-sifat buruk (QS At-Taubah [9] : 103), menumbuhkan kasih sayang dan persaudaraan di tengah masyarakat (QS At Taubah [9] : 60 dan 71), serta menumbuhkan etika berusaha yang islami dan menjauhi riba (QS Ar-Rum [30]: 39).
 
Nilai-nilai zakat tidak hanya terfokus pada muzaki dan mustahik, tetapi para amil zakat sendiri dalam mengelola zakat dan membangun lembaga wajib menerapkannya terlebih dahulu. Dengan demikian, lembaga zakat akan benar-benar menjadi lembaga yang kuat, dipercaya masyarakat serta melayani umat secara profesional.
 
Wallahu a’lam bisshawab
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: